Jumat, 02 Februari 2024

Selamat Berjuang!

 Hallo Bro!

Apa kabar kamu sekarang? Sepertinya baru kemarin lu pergi, haha, udah sepi aja disini. Rasanya udah lama banget lu pergi, udah lama banget lu gak berkabar. Tapi itu semua emang demi masa dapan elu. Semangat buat berjuang apa yang udah lu cita - citakan, apa yang udah lu persiapkan, yang bakal jadi bekel lu buat ngadepin hidup ini.

Umur kita emang terpaut jauh banget, lapan taun juga ada, tapi emang gitu, gua selalu ngerasa punya adek yang bisa gw ajak maen. Hahahaha. Sehat - Sehat s'lalu lu jauh di tanah rantau!

Kamu yang Masih Tersimpan dalam Kenanganku

Hai!

Apa kabar?

Sudah lama sekali kita tidak saling menyapa, menuliskan rindu meski hanya sebuah doa. Aku sudah lama tidak berjumpa denganmu, apa kabarmu sekarang? Kemarin aku melihat unggahanmu di instagram, nampaknya kamu sudah bersama seseorang. Selamat ya! Aku meninggalkanmu bukan karena keinginanku, aku tidak bisa membantah hal itu, maafkan aku. Sudah tiga tahun ini kita berpisah, tetapi seolah - olah dirimu masih selalu ada di dalam benaku. Setiap kali aku sendiri, setiap malam, sebelum tidurku, entah kenapa, aku selalu teringat dirimu.

Sebelum tidurku, aku selalu bertanya - tanya, apa mungkin suatu saat nanti kita bisa bersama kembali? Tapi, itu sepertinya tidak semudah yang ku bayangkan. Tidak jarang, aku membayangkan kalau aku datang menjemputmu suatu hari, dan meminta maaf atas semua yang terjadi. Namun begitu, aku selalu ragu, apakah kamu juga merasakan hal yang sama. Aku hanya takut jika ini hanya karena aku sedang kesepian?

Ah, sepertinya aku terlalu naif untuk mengatakan padamu, kalau aku masih punya rasa kepadamu. Sejak saat itu aku mengirimkan suratku kepadamu, aku mencoba untuk mencari penggantimu. Tetapi apa boleh buat, semua tak lagi sama. Bahkan, hati dan perasaan ini pun tak mampu membendung rasa rinduku padamu. Ingin ku menangis di dekapanmu, selama ini kamu yang menemaniku saat aku berjuang mati - matian disana. Tidak ada orang lain yang bersamaku disaat aku terpuruk.

Tapi bagaimana pula aku bisa berfikir seperti itu. Andaikan saja waktu dapat kuputar kembali, aku tak akan menulis surat itu, aku tak akan gegabah dan meninggalkanmu begitu saja. Namun apa boleh buat, semua keputusan itu adalah keputusan yang terbaik disaat itu, sekarang? Aku merasa sendiri, tidak ada tempat bercerita lagi seperti dulu, aku selalu menelfonmu, berkirim pesan, bertukar kabar, saling menasehati. Dan yang pasti, hingga saat ini, hanya kamu yang benar - benar menerima ku apa adanya. Aku yang menghianatimu!

Sekarang hanya penyesalan yang ada, hanya rindu dalam hati, hanya dapat melihat fotomu di laman instagram, membayangkan kenangan indah yang telah kita lalui.

Berlanjut ...

Jumat, 12 Januari 2024

 JOURNAL 12012024

TRADING GOLD

Apa yang terjadi ketika trend sesuai dengan posisi kita?

Ketika harga sudah naik/turun sesuai dengan posisi yang kita ambil, maka cara paling aman adalah menggunakan Fibonacci Retracement Chart. Caranya adalah, gambar grafiknya dari pangkal trend, kemudian tarik hingga ujung pergerakan harga terahir, baik itu naik atau turun. Pantau terus pergerakannya, dan sesuaikan dengan ujung terahir harga.

 

Yang harus diperhatikan?

Titik retracement 23% adalah batas. Ketika terjadi trend reversal, namun tidak sampai menyentuh/close dibawah garis 23%, maka pertahankan posisi. Namun ketika harga melewati garis ini dan menuju 50%, alangkah lebih baik jika CLOSE posisi, namun juga dapat dipertahankan.

 

1. Close Sign #1 di 23%

2. Close Sign #2 di 50%

Selasa, 08 November 2022

Hai There!

Hey, udah lama ya kita gak ketemu! Aku kabarnya baik, udah lebih baik daripada yang kemarin. Mungkin aku udah pergi terlalu lama. Aku kembali buat membangun kembali, menyelesaikan pekerjaan yang seharusnya aku selesaikan sedari dulu. Ku tinggal pergi, ku tinggal lari, ku tinggal sepi. Pernah aku diberikan kalimat, "semakin kamu lari, semakin berat yang akan kamu hadapi!". Sekarang aku kembali, sekarang aku beranikan diri buat hadapi lagi, buat perbaiki yang sudah ku tinggalkan. Selamat datang dan Selamat Berjuang Kawan!

Kamis, 14 Januari 2021

JOURNAL 14012021

LOSS dalam dua hari ini secara berturut - turut dengan total Loss consecutive +/- 43 USD.

LOSS yang pertama Posisi SELL - Harga NAIK:

Kronologi:

Membuka Posisi Sell di pertengahan sesi Amerika menjelang pembukaan Market Asia.

Komoditas Emas ternyata NAIK karena dipengaruhi sentimen kebijakan Lock Down di Malaysia, serta berbagai kebijakan di kawasan Asia.

Hal ini berlanjut signifikan hingga sideways selama ahir sesi Asia hingga sesi Amerika.

Jika di lihat dari teknikal, pergerakan harga memang sangat volatile dan banyak keraguan.

Karena juga terjadi pendudukan Gedung Capitol Amerika di hari sebelumnya dan isu Pemakzulan Presiden Trump.

 

 

LOSS yang kedua Posisi BUY - Harga TURUN

Kronologi:

Setelah selama market sesi Asia harga naik, dengan sideways selama sesi Eropa, dan bahkan harga konsolidasi hingga sesi Amerika tutup.

Prakiraan di sesi Asia akan kembali naik seperti di hari sebelumnya. Namun di awal pembukaan sesi Asia TOKYO dan ASEAN Singapura.

Emas melemah berakibat harga turun tajam. Kemungkinan dipengaruhi oleh sentimen pasar akibat telah di distribusikannya VAKSIN Corona apalagi Presiden RI sudah divaksin.

Menimbulkan kepercayaan pasar terhadap stock beresiko dan meninggalkan Emas.

Namun begitu, disinyalir pula terjadi penguatan mata uang USD, karena gejolak ini juga terjadi pada berbagai mata uang.

Dengan demikian, kemungkinan adanya penguatan USD yang diakibatkan dari hasil Pemakzulan Trump sehingga pasar melirik USD karena menilai kebijakan Joe Biden lebih terbuka.

Sehingga pasar Amerika menjadi menarik perhatian dan mata uang nya turut menguat.

LESSON LEARN

Sebenarnya secara teknikal sudah mengikuti dengan berbagai ketentuan yang ada.

Untuk tidak membuka posisi disaat sideways, terutama di pergantian sesi, baik itu awal atau ahir.


Jumat, 07 Agustus 2020

JOURNAL 06082020-04

JURNAL TRADING

TANGGAL
__6 Agustus 2020

CURRENCY PAIR
__USDJPY
__AUDJPY
__EURJPY
__USDCHF

TREND
Mix, Highlight USDCHF & EURJPY

DISCUSS
Overall Result Total Profit Gain 0,31 USD dari 2,9 USD (~10%)
  • USDJPY__BUY__0,07
  • AUDJPY__SELL__0,14
  • EURJPY__SELL__0,58
  • USDCHF__BUY__-0,48
HIGHLIGHT
EURJPY

Pada kondisi ini terjadi indikasi trend Bearish. Hal itu kemudian mendapat konfirmasi dari indikator Candle (Shooting Star), kemudian MA14 sudah berada dibawah MB BB20,2. Keadaan ini terjadi diahir sesi Asia awal sesi Eropa. Sehingga harga bergerak turun, akan tetapi tidak terjadi rally, karena sentimen pasar.

KESALAHAN
USDCHF

Pada awalnya, semua sesuai dengan perkiraan berdasarkan Metode 001.BBMA/FBEQ dengan dilakukan sediki adjustment indikator. Yang kemudian harga berhasil mencapai sesuai dengan skema Metode tersebut.

Akan tetapi, terjadi ketidaksesuaian yang baru, yaitu:

  1. Metode dalam tahap ujicoba, sehingga, untuk Adjusted Setpoint, terdapat ketentuan yang berubah.
  2. Terjadi ketika harga sudah memuncak, namun kembali turun, sehingga yang tadinya EXIT #5 masih aman, ternyata terjadi trend reversal.
  3. Dalam kasus ini, trend reversal terjadi tepat setelah harga di WARNING AREA #1, yaitu ketika harga diatas level Fibonaccy Retracement. Namun pada kasus ini, Fib. level 61,8.
Kesalahan lainnya terulang kembali, meski sudah hawatir akan terjadinya reversal, dikarenakan sudah akan berahir sesi perdagangan Eropa (22:00 GMT+7).


Kesimpulan
  • TEPATI target yang telah di set-up, sebenarnya harga sudah memasuki target, namun terlambat untuk keluar, sehingga turut terbawa trend reversal, serta terjadi dibawah garis Take Profit.
  • STOP TRADE ketika masa transisi market.
  • Menjadi penyempurnaan Metode 001.BBMA/FBEQ bahwa, untuk variasi setpoint, agar memperhatikan ketentuan, bahwa EXIT harus sesegera mungkin setelah menyentuh WARNING Area #1.
  • Pemantauan harga saat menggunakan skema ini, ada baiknya dengan rentan waktu yang lebih singkat (M1 atau M5), agar pergerakan harga dapat segera terdeteksi.
GOOD LUCK



JOURNAL 05082020-02

JURNAL TRADING

Tanggal
__5 Agustus 2020

Currency pair
__GBPJPY

Trend
Bullish

Discuss
Overall Result Total Profit Gain (LOSS) 2,31 USD dari 5,21 USD (~45%)
  • GBPJPY__SELL__-2,22
  • GBPJPY__SELL__-0,09

KESALAHAN
Terjadi kesalahan cukup fatal karena hal ini mendasar. Kesalahan terjadi akibat ketidaktelitian saat mereview dan membaca indikator serta pergerakan harga pasar. Kondisi terjadi ketika:

Moving Average 14 masih berada di atas middle band dari Bollinger Bands 20,2 sedangkan harga sudah menyentuh lower band dari BB 20,2.

Hal itu mengindikasikan bahwa pergerakan harga tidak cukup kuat/probabilitas untuk terus turun masih sangat lemah. Namun adanya, malah membuka untuk SELL, dan benar saja, selang 5 menit di candle setelah entry, harga bergerak naik signifikan (jump). Lebih parahnya lagi, tidak segera keluar saat SL 10%, sehingga kerugian bertambah besar.

Sehingga diputuskan untuk mengahiri Trading sesi hari ini dan menganalisa kembali seluruh market.


Kesimpulan
  • Lebih teliti dalam setiam pembacaan indikator dan grafik, serta patuhi batasan resikonya.
  • Hal ini terjadi karena anggapan dari hari sebelumnya, yaitu market akan bearish, namun terjadi squat dari pasar.
  • Selain itu, kemungkinan karena terjadinya aksi taking profit pada hari sebelumnya, sehingga harga rebound.
GOOD LUCK


JOURNAL 04082020-04

JURNAL TRADING

Tanggal
__4 Agustus 2020

Currency pair
__USDCHF
__AUDCAD
__NZDUSD
__GBPJPY

Trend
Mix, Highlight GBPJPY Analysis.

Discuss
Overall Result Total Profit Gain 1,4 USD dari 4,04 USD (~30%)
  • USDCHF __ BUY__0,20
  • AUDCAD__BUY__0,09
  • NZDUSD__BUY__0,11
  • GBPJPY__SELL__1,00

Highlight kondisi GBPJPY saat trading ini berjalan, ditanggal ini sudah terjadi konsolidasi harga (tahanan) pada level Fibonacci Retracement 61,8. Kemudian harga bergerak Bearish ke level Fib. 50,0 dan berlanjut break di level Fib. 38,2. Hal tersebut berlanjut dengan rally hingga harga menyentuh 137,800 dari harga (entry point) 138,300.

Kesimpulan
  • STICK TO TARGET dan PATUHI apa yang sudah direncanakan.
GOOD LUCK


CASE STUDY FOR USDCAD/31072020-00 SIDEWAYS


STUDI KASUS SIDEWAYS

Tanggal
__31 Juli 2020

Currency pair
__USDCAD

Trend
__Sideways

Sideways merupakan kondisi dimana harga bergerak dalam range tertentu secara stabil/flat channel selama range tertentu, biasanya setelah terjadi Trend. Dalam kondisi ini, ada baiknya menggambar channel menggunakan Fibonacci Retracement, agar lebih precise. meskipun dapat digambar dengan horizontal line biasa.

Discuss
Pada tanggal ini USDCAD sedang mengalami sideways dengan spread yang cukup untuk mendapatkan small gain secara terus menerus, dengan open BUY saat harga dilevel bawah (Close saat mendekati 70-75% dari spread), dan SELL dilevel atas (Close saat mendekati 70-75% spread). Pada hari ini, spread terjadi sideways dengan:
  • Range Fibonacci 0,00 di 1,33328 dan Fibonacci 100,00 di 134583
  • Sideways terjadi pada level atas Fib. 23,6 dan level bawah Fib. 38,2
  • Layar monitor menunjukan awal market di jam 00:00 server time (GMT +3)
Selanjutnya, ketentuan yang digunakan adalah:
  1. Terdapat diantara 2 Fib. Level, jika hal ini tidak terpenuhi, maka sesuaikan Fib. Retracement dengan swing harga yang memenuhi ketentuan ini.
  2. Pastikan untuk selalu menjaga risk management dengan selalu memposisikan stop loss pada 10% spread.
  3. Dalam market hari ini, semakin sering/langkah cande semakin besar, perlu untuk diwaspadai akan adanya trend entah itu Bullish atau Bearish.
  4. Hal tersebut baiknya diantisipasi, biasanya akan terjadi ketika awal pembukaan Market, atau saat ahir sesi Market, terutama Eropa dan Amerika.
Hasil dari trading hari ini:
  • Trading sebanyak 7 kali
  • Profit dari 6 trading total 1,86 USD
  • Loss dari 1 trading sebesar 1,28 USD
Terjadi Loss dari trading tersebut, hal ini dikarenakan pada saat open sudah diahir sesi, pada waktu itu BUY, namun saat market Eropa tutup (22:00 GMT+7) terjadi trend Bearish hingga menyentuh stop loss. Karena hal itu saya harus Exit, karena komitmen dengan stop loss nya. Meskipun setelah satu sesi pasar harga kembali naik, namun hal tersebut sudah diluar kendali dan harus ditepati untuk menjaga modal tetap ada dan tidak ludes.

Kesimpulan

  • Untuk metode Scalp memang harus patuh pada aturan ketentuan yang telah kita rencanakan.
  • Untuk dapat tetap diawasi pergerakan harga, dan tidak bergantung pada indikator.
  • Selalu memastikan tidak ada open trade saat akan pergantian sesi Market.
GOOD LUCK

Sabtu, 01 Agustus 2020

METODE 001 SCALP TRADING M15 MT4 BOLLINGER BANDS MOVING AVERAGE FIBONACCI EQUIDISTANT

ANALISA METODE

Scalp Trading Forex - MetaTrader (MT) 4


Nama Metode__: 001.BBMA/FBEQ
Target_______: Analisa Signal Trend
Trend________: BULLISH
Oleh_________: R. Imam Nurhidayat, B.Eng

I. SETUP

Time Frame_: M15
Sample_____: GBPJPY
Indikator__: Bollinger Band (BB) 20,2
           : Moving Average (MA) 14,Close

II. ANALYSIS TOOLS

  1. Fibonacci Retracement (Fib)
  2. Equidistant Channel (Eq)

III. PRAKONDISI

  1. Kondisi pasar dalam trend apapun, disarankan pada kondisi dari trend Bearish atau sideways.
  2. Kondisi masih dapat berubah sesuai kedaan fundamental ekonomi pasar.
  3. Metode ini sedang diuji untuk Scalp Trading (Time Frame M15, M30) dengan overview di H1 & H4.
  4. Pastikan dalam zoom normal, dan dalam satu layar view.

IV. LANGKAH ANALISA 

A. MEMASTIKAN SIGNAL

  1. Gambar Fib. #1 dari titik tertinggi ke titik terendah dalam panel.
  2. Gambar Eq. Channel #1 dari titik A ke titik B; A titik terendah ke 3; B titik terendah Fib.#1 0,00.
  3. Gambar Eq. Channel #2 dari titik A ke titik C; EQ Channel ini akan menjadi forecast trend bullishnya.

B. ENTRY

  1. Pastikan MA14 sudah crossover dan berada di atas Middle Band (MB) BB20.
  2. Pastikan Candle Stick sbb: a) Open >/= MA14; b) Close </= Upper Band (UB) BB20
  3. Pastikan No. 2.1 dan No. 2.2 di atas, terjadi di dalam Eq. Channel #2 (forecast trend).
  4. Jika No. 1,2,3 terpenuhi, maka bersiap untuk melakukan "BUY"; Lakukan "BUY" ketika harga mencapai titik D; D adalah titik perpotongan upper line dari Eq #1 v.s Eq #2, ataau di atasnya. 

C. SUPPORT & RESISTANCE

  1. Support #1 berada pada Garis Fib.#1 50,0
  2. Support #2 berada pada Garis Fib.#2 61,8
  3. Support #3 berada pada Garis Fib.#3 100,0 (Jika trend tetap naik, lakukan TRAILING TRACK)
  4. Resistance #1 berada pada Garis Fib.#-1 23,6 (Segera Exit saat trend berbalik turun melewati ini)
  5. Resistance #2 berada pada Garis Fib.#-2 0,00 (HARUS Exit saat trend berlanjut turun ke level ini)

D. KETENTUAN 

Jika trend berlanjut naik melewati Level Fib. 100.0, lakukan Trailing Track sebagai berikut:
  1. Gambar Fibonacci Retracement #2 dengan titik awal pada A, dan tarik menuju harga tertinggi dari trend ini.
  2. Fib. #2 merupakan target profit,dengan ketentuan harga masih berada dalam Eq.#2 atau di atasnya, MA14 > MB BB20.
Dengan setup terahir maka akan muncul WARNING Area/Signal ketika:
  1. Harga sudah melewati Fib. #1 Level 0,00;
  2. Harga berada/mendekati/dibawah Fib.#2 Level 23,6;
  3. Harga mendekati Lower Line garis Eq.#2 (Trend);
  4. Harga mendekati MA14;
  5. Harga mendekati MB BB20;
Sehingga, ketentuan exit point sebagai berikut:
  1. Exit #1 saat harga turun melewati Fib#2 Level 23,6;
  2. Exit #2 saat harga berhasil keluar dibawah Eq.#2;
  3. Exit #3 saat harga menyentuh MA14;
  4. Exit #4 saat harga menyentuh MB BB20;
  5. Reverse Trend saat harga menyentuh Lower Band BB20;

E. PENGEMBANGAN

  1. Metode ini baru di uji coba dan belum diketahui memiliki probabilitas keberhasilan yang tinggi.
  2. Dalam beberapa kasus, skema metode sama, namun titik perpotongannya berbeda setpoin.
  3. Perlu di analisa lebih lanjut kelemahan dan kelebihannya, winning rate, dan akurasinya.
  4. Perlu pengembangan dalam situasi kondisi yang lain.
  5. Metode ini cenderung lebih lamban dalam memastikan sebuah trend, adanya indikator lainnya mungkin dapat memastikan metode ini lebih dini.

F. UJI COBA 

Kondisi Setpoint Sesuai Ketentuan

01. GBPJPY tanggal 15 Juli 2020 - 16 Juli 2020 (Rab-Kam);
____titik D (Open trade) 134,428 - Highest Peak 135,136;


02. USDJPY tanggal 30 Juli 2020 - 31 Juli 2020 (Kam-Jum);
____titik D (Open Trade) 104,564 - Highest Peak 106,429;


UJI COBA pada Kondisi Setpoint Variasi

01. GBPJPY tanggal 30 Juli 2020 - 31 Juli 2020 (Kam-Jum);
    terlihat pada periode waktu M30;
----titik D (Open Trade) 137,619 - Highest Peak 139,166;
02. USDCHF tanggal 30 Juli 2020 - 31 Juli 2020 (Kam-Jum);
    terlihat pada periode waktu M30;
----titik D (Open Trade) 0,91202 - Highest Peak 0,91474;
03. USDCHF tanggal 6 Agustus 2020 - 6 Agustus 2020 (Kam-Kam);
    terlihat pada periode waktu M30/H1;
----titik D (Open Trade) 0,90944 - Highest Peak 0,91276;

Catatan saat kondisi Setpoint Variasi:

  1. Sangat dianjurkan untuk KELUAR pada WARNING Area No.1 yaitu saat harga melewati Fib. terdekat dibawahnya.
  2. Sangat TIDAK DIANJURKAN meninggalkan terbuka, terutama saat penutupan/pembukaan Market dari pair tersebut, segera tutup saat market pairnya tutup.

SEKIAN DAN SELAMAT MENCOBA

Rabu, 12 Februari 2020

Kompleksitas & Ambiguitas akibat dari Munculnya Peradaban Non-Tunai (VUCA of CASHLESS SOCIETY)


Di awal abad ke-21, berbagai gempuran inovasi dan kemajuan teknologi tak henti – hentinya bermunculan. Era computer, Globalisasi, hingga munculnya berbagai tren dikalangan masyarakat yang pada masa lalu serasa tak mungkin terjadi. Sebuah peradaban (society) baru pun muncul di tengah kemajuan zaman. Peradaban Non-tunai salah satunya, merupakan sebuah fenomena yang kini sudah dan terus merambah ke seluruh pelosok negeri. Mulai dari kota – kota besar hingga ke kalangan wilayah terluar di Indonesia tak luput dari gempurannya. Data dari Bank Indonesia menunjukan, adanya peningkatan sebesar 77,6% pada transaksi digital nasional di tahun 2019. Peningkatan ini terjadi semenjak diluncurkannya “Gerakan Nasional Non-Tunai – GNNT” di 2014 lalu.

Data tersebut mengisyaratkan bahwa, begitu pesatnya sebuah terobosan teknologi baru dapat diterima masyarakat dan mampu mengubah tatanan perilaku sosial kearah yang lebih kompleks dan sulit dipastikan. Perubahan yang cepat dan berdampak luas ini mulai mengarah kepada sebuah revolusi era modern. Revolusi finansial dapat dijadikan istilah yang tepat akibat kondisi ini. Kondisi dimana terus memacu dan memaksa seluruh elemen penggeraknya mulai dari infrastruktur pendukung, teknologi, keamanan digital, hingga ekonomi dan pemerintah untuk beradaptasi demi keberlangsungan hidup bersama. Hal ini mengacu pada empat elemen perubahan yang dikenal sebagai VUCA – Volatility, Uncertainty, Complexity, and Ambiguity.

Keempat elemen tersebut perlu diperhatikan di era revolusi finansial saat ini. Dalam artian Kompleksitas, hal – hal yang cukup membuat pelaku tertantang antara lain kompleksitas untuk mengatur budget keuangan. Tentunya di penghujung abad 20, pelaku bisnis berpengalaman dengan model tradisionalnya. Akan tetapi, dengan munculnya teknologi baru bidang finansial ini, memunculkan berbagai faktor penentu yang menambah kerumitan dalam proses perencanaan. Akibatnya, kesalahan strategi investasi dapat terjadi akibat salah perhitungan. Selain itu, munculnya kesenjangan kognitif/kemampuan adaptasi masyarakat dengan platform ­fin-tech semakin melebar. Golongan baby-boomers yang kurang mampu beradaptasi menjadi tertinggal. Hal ini dihadapkan dengan realitas generasi milenial yang sangat dinamis di era teknologi saat ini. Kesenjangan pun diperparah dengan kondisi infrastruktur Indonesia yang minim akibat kondisi geografis yang begitu luas; yang secara tidak langsung pemerataan teknologi di wilayah T3 (Terdepan, Terluar, Tertinggal) cukup terhambat.

Sementara itu, kesenjangan dikalangan pedagang kecil yang kerap diidentikan sebagai masyarakat menengah ke bawah menjadi terbuka. Ssebagai akibat dari kurangnya kemampuan finansial untuk mengakses teknologi dan informasi terkini yang begitu cepat serta diperparah dengan mudahnya sebaran berita hoax membuat kalangan sosial ini semakin tertinggal. Pada tataran yang lebih lanjut, kerumitan ini terjadi pada sistem mata uang digital (cripto-currency) dengan segala intrik kompleksitas dimana tidak ada institusi pemerintah resmi yang mengatur tentang hal ini. Hanya didukung pengguna yang begitu banyak, sistem ini dirancang sedemikian rupa kompleks mengandalkan rantai-blok (block-chain) dalam menunjang verifikasinya.

Di sisi Ambiguitas, cashless society sudah sangat terasa dampaknya. Ketidak pastian nilai akibat munculnya berbagai mata uang digital sebut saja, salah satunya “Bitcoin” yang kini nilai valuasinya mencapai 10,200 USD/BCN, namun acuannya masih cukup ambigu dan sangan rentan. Dari segi lainnya, dengan saling terkaitnya komunitas melalui internet maka ancaman pencurian data menjadi tak terelakan. Berbagai kasus pencurian data keuangan, hingga pencurian uang secara digital dari satu akun marak terjadi. Hal tersebut tak lain didukung akibat adanya pemalsuan identitas yang merupakan salah satu dampak ambigunya era peradaban non-tunai. Tak ayal, keamanan keuangan digital sangat terancam akibat data digital yang dapat di manipulasi ini. Berbagai hal yang buram tersebut pada ahirnya, memunculkan kebutuhan akan keamanan digital (ciber-security). Oleh karenanya, seluruh lapisan institusi pemangku kepentingan harus mampu menjamin dan mendukung revolusi finansial yang tengah berlangsung.

Peran yang sangat dibutuhkan paling besar diharapkan dari institusi pemerintahan. Institusi tersebut antara lain Bank Indonesia (BI). Sebagai bank sentral NKRI, BI harus mampu berperan sebagai central regulator.  Peran ini terkait dengan pengawasan terhadap pertumbuhan perekonomian sehingga dapat menghasilkan regulasi dan ketetapan yang sesuai. Hal ini, diperkuat dengan adanya lembaga Otoritas Jasa Keuangan (OJK). OJK yang bergerak dengan fungsi regulasi dan supervisi terhadap berbagai platform dan start-up dibidang teknologi finansial dalam kapasitasnya mengatur suku bunga pinjaman, serta hal-hal lainnya. Kemudian, dari pihak Kementrian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) dan BUMN yang bergerak dibidangnya, dalam hal ini, Telkom Indonesia, dapat saling bekerja sama menjalankan fungsi kontrol keamanan arus lalu – lintas digital di Indonesia. Ditambah dengan didukung pihak swasta dan tentunya Kepolisian melalui divisi cibernya, kerjasama ini dapat menjadi promotor edukasi digital, hingga mampu berperan sebagai penggerak sektor ekonomi kecil.

Tak lepas dari sisi legislatif dan eksekutif, Lembaga Legistlatif berperan penting memberikan kepastian payung hukum bagi pelaku pasar digital era revolusi finansial. Hal tersebut mengatur dan menyediakan peraturan perundang-undangan yang dinamis, praktis, serta mendukung perkembangannya. Meski belum dapat sepenuhnya secara rinci, namun setidaknya dengan adanya kepastian hukum, masyarakat merasa lebih terlindungi dan nyaman. Salah satu produk legislasinya adalah Undang – Undang yang mengatur tentang Informasi dan Teknologi (UU ITE). Atas dukungan tersebut, maka berbagai implikasi dari revolusi finansial – peradaban non-tunai dapat dikendalikan.

Hal ini tentunya menjadi dasar dalam menyikapi berbagai tantangan dan kesempatan yang bermunculan. Bagi para pengguna/konsumen, tantangan muncul berupa masalah keamanan data. Maraknya kisruh tentang data pengguna dibobol, dicuri, diperdagangkan cukup membuat resah para pengguna teknologi finansial. Belum lagi pemalsuan data yang dengan mudahnya dilakukan akibat kurangnya sistem keamanan transaksi non-tunai dan literasi pengguna. Akibatnya, di ujung rantai transaksi, para konsumen sendiri yang akan dirugikan, baik finansial maupun non-finansial. Tak ubahnya dari sisi pelaku pasar, tantangan yang dihadapi tak kalah berat. Berbagai perang digital tak ayal membuat kedua kubu sama – sama dirugikan dari segi modal, rival dan jaringan yang mampu menggerus modal sangat menghawatirkan bagi para pemain bermodal kecil. Santer didengar, start-up baru “diharuskan” bakar duit untuk menggaet minat pasar yang semakin luas, hingga pada ahirnya merugi. Tentunya hal tersebut menghasilkan berbagai terobosan baru ide serta inovasi, layaknya dua sisi mata uang yang memiliki berbagai positif dan negatifnya.

Pengaruh yang cukup positif, antara lain munculnya kemudahan transaksi. Bagi para konsumen, kini tak perlu lagi berjalan menuju wesel pos, atau sekadar ke ATM, dengan ponsel pintar, segala hal transaksi dapat dilakukan dengan sekali-ketuk. Selain itu, para pengguna juga dengan mudah mengakses pencatatan transaksinya. Permasalahan transaksi yang dahulu dikeluhkan karena hawatir akan tipu muslihat penjual, kini pelanggan dapat dengan mudah melacak barang yang telah dibeli, serta layanan pengaduan yang cepat.
Satu hal yang tak kalah menarik tentunya adalah berbagai iming – iming hadiah yang tak jarang nominalnya fantastis. Dengan demikian, para pengguna diera ini sangat menentukan jalannya arah inovasi. Di sisi pelaku Pasar, dengan konektifitas antarpengguna yang luas menambah jangkauan pasar mereka serta penetrasi pasar yang lebih dalam. Dengan teknologi ini rantai traksaksi dapat lebih singkat dan terlacak, sehingga sangatlah membantu, dan tentunya dengan biaya yang tak terlalu besar. Inovasi bisnis dan sistem digital juga turut memberikan beragam alternatif baru di era cashless society ini.

Oleh karena itu, dalam menghadapi berbagai tantangan dan menyikapi kemudahan yang ditawarkan, penting bagi seluruh stakeholder untuk melakukan berbagai langkah antisipasi, adaptasi, dan supervisi yang tepat. Langkah – langkah yang dapat ditempuh antara lain (1) Pembelajaran aktif yang dapat ditempuh dari berbagai media online menawarkan cakupan materi umum, akademis, maupun ruang diskusi yang sangat positif. Sehingga hasilnya adalah terbentuknya masyarakat yang sadar teknologi sehingga mampu memanfaatkannya secara lebih luas. (2) Pola pikir yang luas dan mendalam mendorong pengguna untuk lebih aktif serta menjaga privasinya. Dengan pemahaman yang dalam, pengguna merasa tidak hawatir dalam menjaga diri saat beraktifitas di dunia digital ini.

(3) Berfikir startegis sebagai pengembangan pola pikir masyarakat, sehingga seluruh elemen revolusi finansial dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mengembangkan segala potensi yang ada. (4) Berani mengeksekusi tentunya didasari pengetahuan aktif, pola pikir mendalam, serta strategis, cukup menjadi modal dalam menjalankan bisnisnya. Tentunya kerugian dan halang-rintang akan ditemui, namun setidaknya kita telah mengetahui cara penanganan dan kelemahan pasar, sehingga mampu menghadapinya dengan baik. (5) Gagasan ide yang berorientasi digital menjadi diperlukan akibat ekosistem digital/connected society yang berkembang. Para pelaku bisnis, stakeholders, users, diharuskan mampu memberikan inovasi dalam menunjang kegiatannya mulai dari ide bisnis, hingga keamanan siber. (6) Komitmen dan dukungan pemerintah tentunya tak terlepas dari peran dan komitmennya dalam penyediaan infrastruktur pendukung, katakanlah, “Palapa Ring” yang baru saja diresmikan. Tak lain, adalah untuk pemerataan akses teknologi di wilayah T3, sehingga pertumbuhan ekonomi dapat tercapai.

Begitulah dampak akibat perkembangan teknologi, revolusi finansial yang begitu santer, tentu perlu dukungan seluruh elemen masyarakat, swasta, pemerintah, dan Lembaga lainnya demi tercapainya peradaban masa kini di era Cashless Society. Segala Kompleksitas dan Ambiguitasnya menjadi satu sehingga memerlukan penanganan yang tepat dan pengetahuan yang mumpuni.

Kamis, 25 Desember 2014

 SEBUAH CERITA, PERJUANGAN SEORANG SARJANA


                 The December 24th, 2014. Menjadi suatu titik balik kehidupan seorang wanita. Seorang ibu yang tlah lama menanti. Wanita yang lahir di suatu daerah di Ibu Kota tahun 1971, kini telah merasakan hasil perjuangannya. Ia pindah ke kota Pelajar 40 tahun silam dan dititipkan ke neneknya bersama tiga orang saudaranya.

                 Menikah dengan seorang putra lokal berasal dari Imogiri di tahun 1994 tak mempersulitnya dalam menjalani kehidupan kuliahnya di bidang pendidikan seni tari. Seorang pria yang ia nikahi adalah seorang yang sesungguhnya "berdarah biru". Ia adalah generasi ke tujuh dari silsilah Sri Sultan Hamengku Buwana ke Dua di Yogyakarta.

                Setahun setelah menikah, di tahun 1995, ia melahirkan seorang anak laki -laki nya. Di tahun itu pula ia diwisuda dan mendapatkan gelar Sarjana Pendidikan. Berlanjut di tahun 1997, kehidupan dan kebutuhan ekonomi yang kian mendesak, ia ditinggal pergi sang suami merantau mencari nafkah. Dengan itu pula sang Ayah mertua meninggal. Kemudian ia pun memutuskan, berbekal ijazah dan akta mengajar, ia mulai membantu mencari nafkah sebagai guru extrakulikuler seni tari di sekolah sekolah.

                   Suatu ketika, Ia ingin sesuatu, untuk tidak hanya menjadi staff pengajar yang biasa. Ia erusaha beljar mencoba hingga berkali kali. Suatu ketika ia erputus asa. Namun, ia bangkit kembali dan mencoba untuk yang terahir kalianya. Dan yang ia jlankan mendapatkan hasil. Ia merasa begitu puas dan bahagia sekali. Sampai akhirnya, tertanggal 30 Desember 2014, I secara resmi telah mendapatkan pa yang ia inginkan, dan kini, ia hidup bahagia. Sungguh sebuah target yang selam 17 tahun diperjuangkan hingga kini mendapatkan hasil yang membanggakan.

Aku hany bisa menuliskan kisah ini untuk dunia.

Minggu, 06 Juli 2014

Mini Research Library Presuniv 2014



THE ROLE OF THE LIBRARY TO FULFILL THE NEEDS OF PRESIDENT UNIVERSITY STUDENTS













Program : English III
Lecturer : Marc Carmichael Brown

By:
1.    Imam Nurhidayat                      (004201300023)
2.    M Yafi Maulidin                        (004201300029)
3.    Mochamad Didit Prakoso         (004201300032)
4.    Rahadian Idwakidi                    (004201300040)

Major : Industrial Engineering

PRESIDENT UNIVERSITY
Jababeka Education Park Jl. Ki Hajar Dewantara, Kota Jababeka, Cikarang Baru, Bekasi, Jawa Barat 17550 Telp. (021) 8910 9762-63, Fax : (021) 8910 9768 E-mail : enrollment@president.ac.id, http://www.president.ac.id






Executive Summary

Terms of References

This report is being written to fulfill our group English assignment about the aspect of President University. This report is for our lecturer Mr. Marc Carmichael Brown. The due date of this report is by the 6th of July.

Proceedings

We got our data through interview of the head of library, distributing questionnaires to some students who used the library, and some resources from the internet.

Findings

1.      The library still lacking in collections.

2.      The facilities of the library are not enough to fulfill the requirements of the students and the requirements of Indonesian National Standards for University Library.

3.      The area of the library is not big enough.

Conclusions

We found that the Adam Kurniawan Library still lack of collections and facilities. From the questionnaires result we can see that there are still some students who feel unsatisfied with the books, the room conditions and the facilities which are provided by the library.

Recommendations

1.      The library should add more collections.

2.      The library should improve the quantity and quality of the facilities provided.

3.      The library should enlarge its area in order to accommodate more collections and more students at once.



Contents










                                                                                                                                        







1           Introduction


This report is being written to fulfill our group English assignment about the aspect of President University. This report is for our lecturer Mr. Marc Carmichael Brown. The due date of this report is by the 6th of July.

2           Findings


2.1         Research Methodology


We got our data through interview of the head of library, distributing questionnaires to some students who used the library, and some resources from the internet.

2.2         Adam Kurniawan Library


Library is the heart of a university and the centre of knowledge. As a library in university, Adam Kurniawan library consists of book collections, reading room, discussion room, computer facility and Wi-Fi. The collections of Adam Kurniawan library are text books to support lecturing materials, thesis, journals, internship reports and others (maps, novels, magazine, fictions, etc.)

By those collections, this library has about 6000 books with 33.3% is management book and about 700 books in average for each other major. The collections of the library are written in English 80%, Bahasa 15%, and Chinese 5%. The library gets the books from 75% purchase and 25% charity or gift. For people who want to visit the library, it is open from 8 am until 9.30 pm from Monday until Friday. The library is open for public, but people who are not the students, lecturers, or staffs of PU can not borrow the books.


In the development of the library, the books, thesis and journals can be accessed from the library LAN(Local Area Network) at http://10.7.7.60/pusaka and at http://elibpresuniv.pusku.com/opac/. The head of library also said that in the future, all of the e-library access will be integrated to http://elibpresuniv.pusku.com/opac/. He also said that today the access is still limited, because all database is not completely updated. Otherwise, the student now can access the thesis from that site and use it for reference.

2.3         Comparison with Other University Library


2.3.1   Swiss German University Library

Swiss German University (SGU) is one of the international standard university in Indonesia. In this session we got the information about the SGU Research Library. The books collections of Swiss German University (SGU) are approximately 10,654 books. Those books are separated by the educational level and their faculty. The books collections can also be accessed electronically at http://www.sgu.ac.id/coursebooks and at http://www.sgu.ac.id/researh-library. Besides that, SGU also has other collections, such as 107 scientific journals and 1,050 thesis.

The Research library is open every week day at 08.00 - 17.00, Saturday at 09.00 - 14.00 and semester break at 08.00 - 17.00. As a university library, it has a rules and regulations about the membership which are Students, Lecturers (Part-time, semi full-time and Full-time) and SGU Non-Academic Staffs.

2.3.2   University of Indonesia Library

As a university which has a very large occupation, UI has a library center to support their students. Type of collections in a library generally tailored to the type of the library and its users. Collection development is also adapted to the purpose or vision of an institution in which the library shelter. Colleges’ libraries, as well as the UI Library, a collection development policy generally provides the aims to support the programs of Tri Dharma University, which is to support the education, teaching and research.

Types of collections available in UI Library consist of printed and non-printed. The collections of printed type are reference books, text books, journals, magazines, news papers, and UI-ana Collection (work produced by students of UI such as thesis, research reports, inaugural speeches and papers). The collections of unprinted type are CD-ROM, disc, video, online database (online journal and e-book).

In 2007, the collections of UI libraries reached 1,500,000 books. UI Central Library is one of the largest in Asia collection. With the support of information systems based on information technology which is an online digital library information system, the visitor can search and download the collections provided at http://lib.ui.ac.id.

UI Library Building, known as the Crystal of Knowledge consists of 8 floors and multiple buildings that serve as the venue for various activities. Facilities at this building are divided into two, namely public facilities and library facilities. Public facilities managed by the Directorate General UI while the library facilities managed by the UI Libraries.
 

2.4         Indonesian National Standards for University Library


2.4.1   Collections

2.4.1.1.   Collections Policy
College Library aims to provide library materials and access to information for users in the interests of education, research and community service.

2.4.1.2.  Collection Type
Libraries develop the collection based on college dharma activities.

2.4.1.3.  Scientific Magazine
Libraries subscribe to at least one scientific magazine title for each program of study that offered by the college and graduate diploma programs and two titles for graduate programs.

2.4.1.4.  Collection adding
Addition collection of at least 2% of the number of titles or at least two hundred titles per year whichever is greatest.

2.4.1.5.  Count back
Count re-executed at least once a year.

2.4.1.6.  Weeding
Library weeding the library materials damaged and could not be fixed and cannot be converted to another format, the material is available in large quantities. Implementation is customized with collection development policies and rules that apply.
 
2.4.1.7.  Electronic library materials
The library provides access to electronic information including internet resource, and databases.

2.4.2   Building

Libraries provide the building with sufficient space for collection, staff and users. Libraries should provide a space of at least 0.5 m2 for each student.

2.4.2.1.  Space collection
Collection area is covering 45% of the library which consists of a collection of books, multimedia room, and living room magazine collection.

2.4.2.2.  User space
User space is consisting of 30% of the reading room, with a separated reading table, a special reading room, discussion room, closet catalogue/computer, circulation desk, day-care bag and toilet.

2.4.2.3.  The staff room
Space library staff consisted of 25% of the processing room, bindery room, meeting room, storage space new books received, kitchen and toilet.
College Library aims to provide library materials and access to information for users in the interests of education, research and community service.

2.4.3   Organizing the library materials.

2.4.3.1.  The material is organized so that the library can be quickly and precisely recover.
2.4.3.2.  Library materials described, clarified and arranged systematically by using:
- Guidelines and bibliographic descriptions or metadata;
- Chart clarification;
- Guidelines and subject code or thesaurus;
- Guidelines for the determination of the main entry canopy.

2.4.3.3.  Preservation of library materials
Preservation of library materials include activities to prevent and control of physical damage and or transferring contents of a format to another format.

2.4.4   Library services

2.4.4.1.  Library opening hour’s dharma activities tailored to the needs of at least fifty-four hours per week.

2.4.4.2.  Services provided include:
- Service circulation interlibrary
- Loan service
- Service reference user
- Service education service
- User education and information literacy to students and faculty gets the
   information
- Search services.

2.4.5   Information Technology and communication

The libraries are adopting information and communication technology.

2.4.5.1.  Information systems
Library can use information systems as appropriate.

2.4.5.2.  Software
Library use software that can help processing and information services, management information systems, and administrative operations

2.4.5.3.  Hardware
Library is using information and communication technology equipment to support the development, services, access to information and collaboration with other libraries.

2.4.6   Budget

Library budget at least 5% of the total budget of universities outside personnel expenditure.

2.5         Questionnaires Result


No
Question
YES
NO
1
The books collections are complete enough.
5
25
2
The books are compatible as the reference for research or report.
20
10
3
The condition of the room is conducive for learning and reading.
18
12
4
The conditions of the books in the library are good.
16
14
5
The support facilities such as Wi-Fi, computer, discussion room, etc. are useful and comfortable to use.
15
15






2.1.1

From this data we can see that from 30 respondents, only about 17% or about 5 of them responded positively that the books collection of the library are complete enough. The other 83% of the students responded negatively about this matter. This means that from most of the respondents’ point of view, the library’s books collections are not complete enough to fulfill their needs.

2.1.2

From this data we can see that about 67% of the respondents responded that the books are compatible as reference for their research or report. The other 33% responded that the books are incompatible as a reference. This means that some of the books in the library are not compatible to be used as a reference.


2.1.3

From this data we can see that about 60% of the respondents responded positively that the condition of the room is conducive for learning and reading. About 40% of the respondents responded negatively about this matter. This means that from most of the respondents’ point of view, the condition of the room is conducive despite the fact that the library is not big enough to accommodate a large amount of students at once.

2.1.4

The data shows that 53% of respondents responded that the conditions of the books are good. The other 47% of the respondents responded that the conditions of the books are not in good condition. This means that the books in the library require frequent maintenance in order to keep the conditions of the books.

2.1.5

The data stated that the respondents’ respond were divided into half. Half of them thought that the support facilities are useful and comfortable to use. The other half thought otherwise. This means that the support facilities need more improvement, whether on their quantity and quality

3           Conclusions


We found that the Adam Kurniawan Library still lack of collections and facilities compared to libraries form other universities which have the same degree as President University. The library also has not been able to fulfill the requirement for Indonesian National Standards for University Library.

From the questionnaires result we can see that the books collections of the library have not been able to meet the requirements of the students. There are still some students who feel unsatisfied with the books, the room conditions and the facilities which are provided by the library.



4           Recommendations


We recommend these things which should be done by the library:

1.         The library should add more collections, whether on books collections or other non-books collections such as magazines, news papers and journals.

2.         The library should improve the quantity and quality of the facilities provided in order to meet the requirements of the students and the requirements of Indonesian National Standards for University library.

3.         The library should enlarge its area in order to accommodate more collections and more students at once.

















5           References


Indonesian Standards for University Library:


President University Online library:



Swiss German University online library:



University of Indonesia Online Library:










6           Appendices